0813-1244-2505 nh.transwisata@gmail.com

Candi Kalasan

Candi Kalasan ~ Yuk berwisata sejarah supaya kita tahu ada masa lalu yang mempengaruhi masa depan. Jika candi Prambanan sudah cukup populer untuk dikunjungi karena menjadi ikon kota wisata Yogayakarta, maka tidak ada salahnya menilik candi lain di Jogja yang juga menyimpan sejarah dan kisah. Misalnya ada Plaosan dengan kisah pernikahan dua keyakinan, juga ada Candi Kalasan yang juga memiliki latar belakang romantis.

Candi Kalasan juga disebut sebagai Candi Tara. Bangunan candi dengan arsitektur khas Buddha sengaaj dibangun dan dipersembahkan kepada Dewi Tara. Candi Kalasan juga disebut sebagai candi Buddha tertua di Yogyakarta. Candi Tara dibangun saat pemerintahan raja Rakai Panangkaran dari Dinasti Syailendra yag juga dikenal dengan perencana pendirian candi Borobudur.

Disebut sebagai Candi Kalasan karena candi ini berdiri di wilayah Kalasan Yogyakarta. Dari bentuknya bangunan ini berbentuk bujur sangkar dengan masing-masing sisinya 45 meter dan ketinggiannya sekitar 34 meter. Secara verkital, Candi Kalasan dibentuk dari tiga bagian yaitu kaki candi, tubuh candi, dan juga atap candi.

Di bagian atap candi bentuknya persegi delapan yang terdiri dari dua tingkat. Tingkat pertama ada sebuah arca yang melukiskan manusia Buddha. Di tingkat kedua terdapat arca yang menggambarkan Yani Buddha. Di bagian puncak candi melambangkan Kemunca Semeru yang bentuknya persegi dengan hiasan stupa. Ada pula hiasan bunga makhluk khayangan bertubuh kerdil bernama Gana di perbatasan tubuh candi dengan atap candi Kalasan.

Selanjutnya di bagian tubuh, sisi tengah candi terlihat menjorok keluar. Ada juga relung-relung di permukaan luar candi dengan hiasan sosok dewa yang sedang memegang bunga teratai dengan posisi berdiri. Selanjutnya bila melihat ke sebuah bilik di dalamnya ada singgasana berhiaskan motif singa yang sedang berdiri di atas punggung gajah. Di sisi penampil sebelah timur tersebut kamu dapat memasuki bilik.

Di bagian kaki candi Kalasan ada sebuah batu lebar dengan bentuk persegi. Ditengahnya ada tangga dengan hiasan makara pada sisi ujungnya. Ada juga hiasan sulur-suluran yang keluar dari sebuah pot terpahat di sekiling kaki candi Kalasan ini.

Jika ditilik lebih dekat, banyak relief yang menarik pada permukaan candi, misalnya pohon dewata dan awan beserta penghuni khayangan yang sedang bermain alat music seperti rebab. Mereka juga membawa kerang dan cemara. Ada juga relief daun, sulur, dan juga kuncup bunga. Candi Kalasan memilki keunikan tersendiri karena adanya relief yang dilapisi dengan semen Brajalepha, semen tersebut konon terbuat dari getah pohon tertentu di masa itu.

Candi ini juga dilengkapi dengan stupa berjumlah 52 buah dan tinggi 4,6 meter. Stupa ini mengelilingi tubuh candi yang tidak semua utuh. Ada beberapa bagian yang sudah rusak. Bukti kehebatan Rakai Panangkaran pada waktu itu juga dibuktikan dari prasasti candi berhuruf Panagari. Raja ini juga mampu membangun candi di wilayah negara Thailand.

Dari candi Kalasan ini bisa dibuktikan bahwa pada masa itu bahwa antar umat bisa saling menjaga nilai toleransi. Rakai Panangkaran adalah pengaut agama Hindu dan telah membangun candi Tara atas usulan para pendeta Buddha yang seterusnya dipersembahkan lagi kepada Pancapana yang beragama Buddha. Candi Buddha ini telah mengisnpirasi seorang penganut Buddha dari India bernama Atisha yang pernah berkunjung ke Borobudur dan meyebarkan ajarannya ke Buddha Tibet.

Candi Kalasan ini berada di Dusun Kalibening, Desa Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaen Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akses menuju ke lokasi juga sangat mudah di jangkau. Dari Yogyakarta arahkan kendaraan menuju Jalan Solo, kamu akan menemukan sebuah bangunan candi di sisi kanan jalan (selatan).

Tiket masuk Candi Kalasan ini sejumlah Rp. 2000 untuk pengunjung dewasa, dan Rp. 1000 untuk anak-anak. Dan harga sewaktu-waktu dapat berubah. Piknik murah kemana lagi? masih ingin menilik situs percandian? Boleh sekalian kunjungi Candi Sambisari, Candi Ijo, Candi Banyunibo, atau juga candi ikon Yogyakarta yaitu Candi Prambanan.

Leave a Reply

Hubungi Kami